Sebuah meteorit masif menguapkan samudra 3,2 miliar tahun yang lalu…


2025-03-25 17:13
16
0
본문
Sebuah meteorit raksasa menguapkan samudra 3,2 miliar tahun yang lalu "Slot Gacor Serok188". Peneliti menyatakan bahwa itu adalah 'bom pupuk' selamanya.
Sebuah batuan sangat besar dari angkasa, dihampirkan memiliki ukuran sebesar 4 Gunung Everest, menghantam Planet lebih dari 3 miliar tahun sebelumnya-- dan dampaknya bisa tiba-tiba membantu bagi bentuk-bentuk kehidupan paling awal di planet kita, menurut riset terbaru.
Serok188.com adalah situs Slot Gacor apa itu slot gacor Terbaik dengan povider langsung terhubung dan terkoneksi dengan jaringan slot resmi internatioal ada pun beberapa server resmi yang terhubung adalah server slot thailand, server slot philipina, gacor slot server slot kamboja, server slot vietnam, server slot hacksaw gaming lansung dari eropa yang sudah di konversi ke kurs mata uang Indonesia.
Daftar slot gacor hanya di serok188.com
Dengan begitu anda sudah terdaftar di situs slot gacor server resmi internasional Serok188.
Umumnya, ketika sebuah batuan besar dari angkasa bertabrakan Planet, dampak yang ditimbulkan terkait dengan kehancuran menghancurkan, seperti dalam contoh kepunahan dinosaurus 66 juta tahun silam, ketika sebuah planet kecil dengan lebar sekitar 6,2 mil (10 kilometer) jatuh di lepas pesisir Semenanjung Yucatan di wilayah yang sekarang menjadi Meksiko.
Akan tetapi Planet masih muda dan merupakan tempat yang benar-benar tidak sama ketika meteorit S2, diperkirakan memiliki massa 50 hingga 200 kali lebih besar daripada planet kecil Chicxulub yang menyebabkan kepunahan dinosaurus, menghantam planet 3,26 miliar tahun sebelumnya, menurut Nadja Drabon, asisten pengajar dalam bidang sains planet di Universitas Harvard. Dia selain itu merupakan penulis utama dari sebuah studi baru yang menjelaskan dampak S2 dan apa yang datang kemudian dalam hasil peristiwa tersebut, yang dipublikasikan pada hari Senin di jurnal Prosedur dari Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional.
"Tidak ada kehidupan rumit yang telah tercipta saat itu, dan cuma kehidupan bersel tunggal yang hadir dalam bentuk bakteri dan arkhaea," tulis Drabon dalam sebuah email. "Para laut sangat mungkin mengandung beberapa bentuk kehidupan, tetapi tidak sebanyak saat ini sebagian disebabkan oleh kekurangan nutrisi. Beberapa orang juga mendefinisikan samudra Arkean sebagai ' tandus organik.' Planet Arkean adalah sebuah bola dunia air dengan beberapa pulau yang mencuat. Itu pastinya akan menjadi sebuah pemandangan yang menarik, karena samudra sangat mungkin berwarna kehijauan akibat air dalam yang kaya akan zat besi."
Ketika meteorit S2 menghantam, ketidakstabilan dunia muncul-- namun efeknya pun merangsang unsur-unsur yang bisa jadi telah memperkaya kehidupan mikroba, kata Drabon. hasil pencarian terbaru ini dapat menggeser metode peneliti mengenali bagaimana Planet dan kehidupan awalnya merespons gempuran dari batuan angkasa tidak lama setelah planet terbentuk.
Menemukan pengaruh kuno
Di permulaan latar belakang Planet, batuan luar angkasa kerap menabrak bumi muda. Diperkirakan bahwa " benda tabrak masif," lebih dari 6,2 mil (10 kilometer) meliputi, menghantam bumi setidaknya setiap 15 juta tahun, menurut penulis penelitian, yang berarti bahwa minimal 16 meteorit raksasa menghantam Bumi sepanjang Periode Arkean, yang berlangsung dari 4 miliar hingga 2,5 miliar tahun sebelumnya.
Akan tetapi, dampak dari peristiwa tabrakan tersebut tidak begitu dipahami. Dan mempertimbangkan geologi Bumi yang selalu berubah, terpercaya di mana kawah raksasa tertutup oleh aktivitas vulkanik dan pergerakan lempeng struktural, tanda dari apa yang terjadi ratusan juta tahun silam susah untuk ditemukan.
Drabon adalah seorang ahli batuan awal Bumi yang ingin tahu dengan mengenali bagaimana planet terlihat sebelum adanya benua mula terbentuk dan seberapa besar dampak meteorit yang dahsyat berdampak pada evolusi kehidupan.
" Tumbukan ini kemungkinan besar telah secara signifikan memengaruhi awal mula dan evolusi kehidupan di Planet," kata Drabon. " Akan tetapi dengan cara apa hal itu berlangsung masih menjadi misteri," ujarnya. "Dalam studi saya, saya berharap untuk menyelidiki bukti 'nyata'-- maaf untuk plesetan-- tentang dengan cara apa pengaruh masif mempengaruhi kehidupan awal."
Drabon dan sesama peneliti menjalankan kerja lapangan untuk mencari tahu di bebatuan Pegunungan Barberton Makhonjwa di Afrika Selatan. Di sana, tanda geologi dari delapan peristiwa tabrakan, yang terjadi dalam rentang waktu 3,6 miliar dan 3,2 miliar tahun sebelumnya, dapat dilacak di batuan dan dipetakan dengan fragmen kecil efek meteorit yang disebut spherules.
Partikel mikro dan bulat, yang dapat berupa kristalin, terbentuk ketika meteorit raksasa mengenai Bumi, dan mereka membentuk lapisan sedimen dalam batuan yang dinamai lapisan spherule.
Sebuah batuan sangat besar dari angkasa, dihampirkan memiliki ukuran sebesar 4 Gunung Everest, menghantam Planet lebih dari 3 miliar tahun sebelumnya-- dan dampaknya bisa tiba-tiba membantu bagi bentuk-bentuk kehidupan paling awal di planet kita, menurut riset terbaru.
Serok188.com adalah situs Slot Gacor apa itu slot gacor Terbaik dengan povider langsung terhubung dan terkoneksi dengan jaringan slot resmi internatioal ada pun beberapa server resmi yang terhubung adalah server slot thailand, server slot philipina, gacor slot server slot kamboja, server slot vietnam, server slot hacksaw gaming lansung dari eropa yang sudah di konversi ke kurs mata uang Indonesia.
Di Mana Daftar Slot Gacor?
Daftar slot gacor hanya di serok188.com
- Cara Mencari slot paling gacor terpercaya :
- Buka browser google.co.id
- masukan kata kunci serok188.
- klik tombol daftar.
- Masukan data-data yang di perlukan.
- Kemudian isi kode validasi.
- Langkah terakhir Klik tombol daftar.
Dengan begitu anda sudah terdaftar di situs slot gacor server resmi internasional Serok188.
Umumnya, ketika sebuah batuan besar dari angkasa bertabrakan Planet, dampak yang ditimbulkan terkait dengan kehancuran menghancurkan, seperti dalam contoh kepunahan dinosaurus 66 juta tahun silam, ketika sebuah planet kecil dengan lebar sekitar 6,2 mil (10 kilometer) jatuh di lepas pesisir Semenanjung Yucatan di wilayah yang sekarang menjadi Meksiko.
Akan tetapi Planet masih muda dan merupakan tempat yang benar-benar tidak sama ketika meteorit S2, diperkirakan memiliki massa 50 hingga 200 kali lebih besar daripada planet kecil Chicxulub yang menyebabkan kepunahan dinosaurus, menghantam planet 3,26 miliar tahun sebelumnya, menurut Nadja Drabon, asisten pengajar dalam bidang sains planet di Universitas Harvard. Dia selain itu merupakan penulis utama dari sebuah studi baru yang menjelaskan dampak S2 dan apa yang datang kemudian dalam hasil peristiwa tersebut, yang dipublikasikan pada hari Senin di jurnal Prosedur dari Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional.
"Tidak ada kehidupan rumit yang telah tercipta saat itu, dan cuma kehidupan bersel tunggal yang hadir dalam bentuk bakteri dan arkhaea," tulis Drabon dalam sebuah email. "Para laut sangat mungkin mengandung beberapa bentuk kehidupan, tetapi tidak sebanyak saat ini sebagian disebabkan oleh kekurangan nutrisi. Beberapa orang juga mendefinisikan samudra Arkean sebagai ' tandus organik.' Planet Arkean adalah sebuah bola dunia air dengan beberapa pulau yang mencuat. Itu pastinya akan menjadi sebuah pemandangan yang menarik, karena samudra sangat mungkin berwarna kehijauan akibat air dalam yang kaya akan zat besi."
Ketika meteorit S2 menghantam, ketidakstabilan dunia muncul-- namun efeknya pun merangsang unsur-unsur yang bisa jadi telah memperkaya kehidupan mikroba, kata Drabon. hasil pencarian terbaru ini dapat menggeser metode peneliti mengenali bagaimana Planet dan kehidupan awalnya merespons gempuran dari batuan angkasa tidak lama setelah planet terbentuk.
Menemukan pengaruh kuno
Di permulaan latar belakang Planet, batuan luar angkasa kerap menabrak bumi muda. Diperkirakan bahwa " benda tabrak masif," lebih dari 6,2 mil (10 kilometer) meliputi, menghantam bumi setidaknya setiap 15 juta tahun, menurut penulis penelitian, yang berarti bahwa minimal 16 meteorit raksasa menghantam Bumi sepanjang Periode Arkean, yang berlangsung dari 4 miliar hingga 2,5 miliar tahun sebelumnya.
Akan tetapi, dampak dari peristiwa tabrakan tersebut tidak begitu dipahami. Dan mempertimbangkan geologi Bumi yang selalu berubah, terpercaya di mana kawah raksasa tertutup oleh aktivitas vulkanik dan pergerakan lempeng struktural, tanda dari apa yang terjadi ratusan juta tahun silam susah untuk ditemukan.
Drabon adalah seorang ahli batuan awal Bumi yang ingin tahu dengan mengenali bagaimana planet terlihat sebelum adanya benua mula terbentuk dan seberapa besar dampak meteorit yang dahsyat berdampak pada evolusi kehidupan.
" Tumbukan ini kemungkinan besar telah secara signifikan memengaruhi awal mula dan evolusi kehidupan di Planet," kata Drabon. " Akan tetapi dengan cara apa hal itu berlangsung masih menjadi misteri," ujarnya. "Dalam studi saya, saya berharap untuk menyelidiki bukti 'nyata'-- maaf untuk plesetan-- tentang dengan cara apa pengaruh masif mempengaruhi kehidupan awal."
Drabon dan sesama peneliti menjalankan kerja lapangan untuk mencari tahu di bebatuan Pegunungan Barberton Makhonjwa di Afrika Selatan. Di sana, tanda geologi dari delapan peristiwa tabrakan, yang terjadi dalam rentang waktu 3,6 miliar dan 3,2 miliar tahun sebelumnya, dapat dilacak di batuan dan dipetakan dengan fragmen kecil efek meteorit yang disebut spherules.
Partikel mikro dan bulat, yang dapat berupa kristalin, terbentuk ketika meteorit raksasa mengenai Bumi, dan mereka membentuk lapisan sedimen dalam batuan yang dinamai lapisan spherule.
댓글목록0